Beberapa bulan terakhir ini saya sedang dirundung gundah. tidur tak nyaman, badan menjadi pegal2, sering sakit kepala, hingga puncaknya seminggu kemarin saat saya periksa ke klinik, ternyata tekanan darah saya naik menjadi 90/140.
Setelah merenung sekian lama, akhirnya saya simpulkan sepertinya saya sedang kehilangan orientasi… :(
Sekitar tahun 2003 dulu saya membuat resolusi hidup untuk jangka waktu sampai tahun 2010 nanti. poin2 tersebut adalah:
- Lulus kuliah secepatnya
- Bekerja secepatnya;dimana 2005-2006 bekerja dengan target menambah pengalaman, dan 2007 sudah settle (mapan) untuk persiapan menikah
- Menikah di tahun 2007 atau selambat-lambatnya 2008
untuk nomor 1 saya berhasil menjalaninya, dengan lulus di tahun 2004. begitu pula untuk poin 3, bahkan untuk poin 3 ini saya mempercepatnya dengan menikah di tahun 2005. Ganjalan ada di poin 2, dimana hingga saat ini saya belum mapan di perusahaan yang bagi saya bisa menaungi kesejahteraan saya dan keluarga.
Mungkin bila saya belum berkeluarga, belum ada tanggungan, saya tidak terlalu ambil pusing. Akan tetapi dengan kondisi istri tidak bekerja, anak sebentar lagi harus mulai mencoba bubur dan susu formula (tau sendiri berapa kisaran harga susu formula balita sekarang ini) membuat saya jadi berpikir tiga kali.
Hari gini berpikir settle di perusahaan tertentu?? hmm… hal ini sempat terpikir oleh saya. Dengan kondisi ekonomi bangsa yang seperti ini, memang kita harus siap dengan segala apapun yang akan terjadi. “Tidak usah mengharapkan kemapanan, diterima kerja saja sudah beruntung.” begitu kata seorang teman.
Sekarang saya bekerja di sebuah software house (masih skala UKM kalau saya bilang), dengan total karyawan < 10 orang. Saya ditempatkan di klien, sebuah BUMN, sebagai on site support. Tugas saya me-maintain tiga sistem buatan perusahaan saya, baik jika ada error atau sekedar maintenance biasa.
Akhir 2006 saya ditawari klien untuk masuk menjadi karyawannya lewat jalur khusus, yang saya putuskan untuk menolak, dan menunggu jalur normal untuk mencoba peruntungan saya. Setelah tes psikologi dan wawancara dengan konsultan SDM mereka, ternyata tidak ada karyawan yang diterima (kabar yang beredar, konsultannya kurang canggih, yang diminta kriteria A, yang diloloskan kriteria B)
BulanĀ kemarin saya diberitahu (dan diminta untuk mencoba lagi) bahwa klien perusahaan saya ini membuka lowongan lagi. Setelah berpikir seminggu lamanya saya putuskan untuk tidak mengirimkan lamaran lagi. bukan menolak rezeki, tapi semata-mata karena saya kurang suka dengan lingkungan kerjanya. tidak kondusif.
HHHHhhhh….. pikiran masih pusing, nulisnya jadi nggak fokus, ngalor ngidul.. . Sudahlah, yang pasti kita hidup hanya menjemput rezeki kita yang sudah ditakdirkan sebelum kita dilahirkan ke dunia ini… (sebetulnya statement ini bagi saya 1/2 salah dan 1/2 benar. 1/2 salah karena urusan rezeki masih bisa berubah asalkan kita mau berusaha. 1/2 benar karena Allah Maha Tahu, jadi sebelum kita lahir segala urusan sampai kita mati pun pasti Allah sudah mengetahuinya; hanya karena keterbatasan akal kita kita tidak bisa memahami bagaimana)
tetep belajar pak… and be focus. Network is different with programming. Ambil sertifikasi sebanyak2nya, SCJP, SCWCD, SCBCD… target tahun ini dua sertificate java dapet. Coba kontak Endy Muhardin buat kerja di balicamp, seingatku di sana sertifikasi dibayarin, cause some project required certified programmer
Oleh: mujoko on 13/Juni/2007
at 1:56 am